Abstract :
Latar belakang : Diabetes melitus gestasional (DMG) atau diabetes gestasional
adalah suatu kondisi intoleransi glukosa yang terjadi atau diketahui pertama kali
saat kehamilan sedang berlangsung. Prevalensi diabetes gestasional di Indonesia
sebesar 1,9-3,6% pada kehamilan umumnya. Tingkat pengetahuan yang rendah
dapat mempengaruhi pola makan yang salah, sehingga mengakibatkan
pertambahan berat badan bahkan kegemukan yang merupakan salah satu
penyebab diabetes gestasional. Pertambahan berat badan yang berlebih pada saat
kehamilan berisiko 1,4-1,7 kali lebih besar untuk terjadinya diabetes melitus
gestasional.
Tujuan : Untuk mengukur hubungan tingkat pengetahuan dan pertambahan berat
badan dengan kejadian diabetes melitus gestasional pada ibu hamil di Kabupaten
Bantul.
Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan
rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan
metode purposive sampling. Subyek penelitian adalah ibu hamil yang datang ke
puskesmas bantul, dan telah dilakukan pengecekan reduksi urin. Data yang
dikumpulkan meliputi karakteristik responden, yaitu umur, usia kehamilan,
tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, riwayat DM keluarga, hasil pengukuran kadar
glukosa darah puasa, berat badan ibu sebelumhamil dan saat pengambilan data,
serta pengisian kuesioner pengetahuan. Data akan di analisis menggunakan uji
fisher?s exact dengan tingkat kemaknaan ? < 0.05.
Hasil : Hasil uji fisher?s exact antara variabel tingkat pengetahuan dengan
kejadian diabetes melitus diperoleh nilai p-value=0,459 dengan OR=0,440 (95%
CI 0,038?5,056). Sedangkan variabel pertambahan berat badan dengan kejadian
diabetes melitus gestasional diperoleh nilai p-value=0,274 dengan OR=3,911
(95% CI 0,345?44,301).
Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan
dan pertambahan berat badan dengan kejadian diabetes melitus gestasional.
Kata kunci : pengetahuan, berat badan, diabetes melitus gestasional.