Abstract :
Latar belakang: KawasanMalioboro merupakan salah satu tempat pariwisata yang
berada di Daerah Istemawa Yogyakarta. Menurut data hasil survei permintaan
wisatawan DIY yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata tahun 2015, sejumlah 996
orang wisatawan yang ke DIY memilih kuliner sebagai pilihan kedua mereka yaitu
sebesar 32%.Salah satu olahan pangan yang digemari oleh masyarakat adalah saus
tomat, dan biasanya menjadi pendamping dalam olahan makanan lainnya, seperti
bakso, somay, gorengan, soto dan mie ayam. Akan tetapi, masih sering ditemukan
adanya saus yang mengandung bahan tambahan pangan yang berbahaya yaitu
rhodamin B.Hasil penelitianmenyatakan bahwa rhodamin B dapat membahayakan kesehatan
manusia yaitu tidak dapat dicerna oleh tubuh dan akan mengendap secara utuh dalam hati
sehingga dapat menyebabkan keracunan hati. Hal inilah yang menjadi alasan peneliti
untuk meneliti rhodamin-B pada saus tomat yang digunakan pedagang di sepanjang
jalan Malioboro, Yogyakarta.
Tujuan:Untuk mengetahui persentase kandungan bahan tambahan pangan berbahaya
rhodamin-B pada saus tomat yang digunakan oleh pedagang makanan di sepanjang
jalan Malioboro.
Meode:Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan survei yang
bersifat deskriptif dengan dua kali pengulangan. Populasi dalam penelitian ini yaitu
50 pedagang yang menggunakan saus tomat dan berjualan di sepanjang jalan
Malioboro. sampeldari penelitian ini yaitu seluruh jumlahpedagang yang
menggunakan saus tomat yang berjualan makanan di sepanjang jalan Malioboro, serta
pengujiannya menggunakan test kit rhodamin B.
Hasil : Terdapat 38 sampel saus tomat untuk dilihat kandungan rhodamin B
didalamnya.dari keseluruhan sampel yang diuji kandungan rhodamin B-nya, tidak
terdapat saus tomat yang tercemar rhodamin B atau negatif mengandung rhodamin B
(100%).
Kesimpulan : Persentase saus tomat yang digunakan oleh pedagang makanan jajanan di sepanjang jalan Malioboro yang mengandung Rhodamin B sangat baik.
Kata kunci: saus tomat, rhodamin B, jalan Malioboro