Abstract :
Ilmu Pendidikan Universitas Alma Ata, Yogyakarta 2019.
Pendidikan karakter sangat berperan dalam membangun kepribadian siswa yang berakhlak,
bermoral serta berbudi pekerti yang baik melalui penanaman nilai-nilai karakter di sekolah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui internalisasi nilai-nilai toleransi dan tanggung jawab
dalam living velues education (lve) melalui aktivitas pembelajaran untuk penguatan pendidikan
karakter (ppk).
Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian siswa dan guru kelas V MI Ma?arif
Giriloyo 1 dan 2. populasi berjumlah 75 dan 15 guru. Sedangkan sampel penelitian ini adalah 12
siswa serta 4 guru kelas V MI Ma?arif Giriloyo 1 dan 2. Tempat dan waktu penelitian di MI
Ma?arif Giriloyo 1 dan 2 Imogiri. Tekhnik pengumpulan data observasi, wawancara dan
dokumentasi. Keabsahan data menggunakan metode triangulasi. Sedangkan metode analisis data
menggunakan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, data display (penyajian data) dan
penarikan atau verifikasi kesimpulan. Metode sampling menggunakan Purposive Sampling.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Proses internalisasi nilai-nilai toleransi dan
tanggung jawab dilakukan dengan tujuan untuk menghargai teman, menghargai guru,
menghargai perbedaan, saling menyayangi, saling membantu, mengikuti aturan sekolah,
bertanggung jawab ketika melakukan kesalahan, menyadari tugas mereka sebagai peserta didik.
2) Dampak proses internalisasi nilai-nilai toleransi dan tanggung jawab sebagian besar siswa
masih pada tahap transformasi nilai beberapa siswa yang lain sudah naik pada tahap transaksi
nilai sedangkan pada tahap transinternalisai nilai dari nilai-nilai toleransi dan tanggung belum
ditemukan. 3) Faktor pendukung dari tahap transformasi nilai yaitu karena kepandaian guru
dalam menggunakan strategi dan metode mentransformasikan nilai-nilai toleransi dan tanggung
jawab, sedangkan siswa-siswa yang sudah sampai tahap transaksi nilai didukung dengan
motivasi dari orang tua kemudian didukung lagi dari program sekolah. Sementara faktor
penghambat dalam proses internalisasi nilai-nilai toleransi dan tanggung jawab pada tahap
transformasi nilai yaitu penggunaan media yang kurang menarik, kurang kreatif dalam
penyampaianya yang mana masih dilakukan pendekatan secara klasikal belum personal,
sedangkan faktor penghambat pada tahap transaksi nilai yaitu karena kurangnya perhatian dari
keluarga sehingga melatar belakangi proses transaksi nilai-nilai toleransi dan tanggung jawab.
Kata Kunci: Internalisasi Nilai-Nilai Toleransi Dan Tanggung Jawab, Pendidikan Karakter