Abstract :
Anita Ratnasari: Peran Pondok Pesantran As-Salafiyyah Mlangi
Yogyakarta dalam Pembinaan Akhlak Santriwati. Skripsi. Yogyakarta:
Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Agama (STIA) Alma Ata
Yogyakarta, 2014.
Penelitian ini membahas mengenai Peran pondok pesantren dalam
pembinaan akhlak santriwati dengan mengambil lokasi pondok pesantren AsSalafiyyah
Mlangi, Yogyakarta. Dengan demikian, dilihat dari segi jenisnya
penelitian ini merupakan studi kasus. Sementara itu, dilihat dari sifatnya
penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yakni jenis data yang dikumpulkan
bukan berupa data yang berupa angka-angka, dan karena analisisnya adalah
non statistik. Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini digunakan
metode observasi, wawancara dan metode dokumentasi. Sedangkan Analisis
Data digunakan metode deskriptif-analisis yaitu metode analisis data yang
proses kerjanya meliputi penyusunan data dan penafsiran data; atau
menguraikan secara sistematis sebuah konsep atau hubungan antar konsep.
Hasil penelitian ini adalah bahwa dalam membina akhlak santriwatinya,
pondok pesantren As-Salafiyyah Mlangi Yogyakarta menerapkan metode
pembinaan mendidik dengan kataulandan, partisipatoris, pemeliharan, cerita
dan nasihat. Implementasi pembinaan Akhlak menjadi prioritas utama tujuan
pesantren As Salafiyyah. Hampir semua kegiatan selalu berorientasi pada
pembinaan akhlak. Menjadi pengurus pesantren adalah contoh pembinaan
akhlak kepemimpinan, dengan metode partisipatoris. Mengaji kitab-kitab
kuning yang kental dengan akhlak, juga peran pembinaan akhlak melalui
metode cerita dan nasihat. Selanjutnya dalam rangka pemeliharan akhlak
santriwati pesantren ini mentradisikan nilai-nilai ketauladan. Selain itu, juga
memberikan hukuman bagi yang sudah melanggar peraturan sesuai dengan
jenis pelanggaran yang dilakukan.
Dalam pelaksanaan pembinaan akhlak kepada santriwati di pondok
pesantren As-Salafiyyah Mlangi Yogyakarta terdapat beberapa hal yang
menjadi faktor pendukung, yaitu letak pesantren yang sangat strategis dari
Mlangi, dan lingkungan yang kondusif dalam menlaksanakan pembelajaran.
Selain itu, juga terdapat faktor penghambat dalam pelaksanaan pembinaan
akhlak yaitu kondisi di luar mlangi yang masih kurang kondusif karena masih
longgarnya pihak luar yang menyebabkan dari pihak pondok kesulitan dalam
mengontrol pada santrinya ketika berada diluar pesantren. Faktor penghambat
yang lain adalah dalam pembelajaran dipesantren rutinitas masih dipandang
terlalu berat sehingga santri merasa bosan dan meninggalkan pesantren.