Abstract :
Latar Belakang: Demensia merupakan kumpulan gejala akibat gangguan
di otak yang berlangsung progresif, ditandai dengan adanya gangguan
kognitif lansia. Penurunan kognitif lansia dapat menimbulkan
kekhawatiran bagi keluarga dan dapat menimbulkan beban fisik,
psikologis, ekonomi dan sosial bagi keluarga. Mekanisme koping adaptif
diperlukan bagi keluarga, agar konsekuensi negatif dalam merawat lansia
demensia tidak menjadikan keluarga menjadi invisible second patient dan
menghindarkan lansia dari penelantaran atau bahkan kekerasan.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan tingkat kognitif lansia
dengan family burden dalam merawat lansia demensia di Posyandu Lansia
Desa Salam Patuk Gunungkidul.
Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif,
menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional.
Penelitian ini menggunakan total sampling sebanyak 56 keluarga yang
merawat lansia demensia. Variabel independen dalam penelitian ini adalah
tingkat kognitif lansia yang diukur dengan Mini Mental State Examination
(MMSE) dan variabel dependennya adalah family burden dalam merawat
lansia demensia yang diukur dengan Zarit Burden Interview (ZBI). Data
dianalisis menggunakan Spearman Rank Correlation.
Hasil Penelitian: Tingkat kognitif lansia mayoritas dalam tingkat kognitif
ringan sebesar 66,1%, family burden mayoritas dalam tingkat sedikit atau
tidak ada beban sebesar 57,1%.
Simpulan: Ada hubungan antara tingkat kognitif lansia dengan family
burden dalam merawat lansia demensia di Posyandu Lansia Desa Salam
Patuk Gunungkidul dibuktikan dengan hasil analisis diperoleh nilai
signifikan sebesar 0,018 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar
0,316.
Kata Kunci: Tingkat kognitif, family burden, demensia.