Abstract :
Latar Belakang : Salah satu masalah yang menjadi kegagalan hemodialisa adalah
kepatuhan klien. Kepatuhan sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya
adalah efikasi diri, efikasi diri yaitu kemampuan diri pasien dalam melaksanakan
diet dan terapi yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan
individu dalam menghadapi kondisi.Agar kesembuhan pasien terwujud, perlu
penerapan efikasi diri dalam melaksanakan diet kepatuhan pembatasan intake
cairan. Semakin tinggi self-efficacy maka semakin patuh seseorang dalam
menjalani terapi hemodialisa. Hemodialisis berlangsung seumur hidup, orang yang
menjalani terapi hemodilisa mereka mengalami perubahan fisik terutama pada kulit
dan rambut yang timbul akibat tidak berfungsinya sistem ginjal. Untuk membangun
kepercayaan diri pasien maka diperlukan efikasi diri dalam diri pasien itu sendiri.
Tujuan : Mengetahui hubungan antara Efikasi Diri dengan Kepatuhan Pembatasan
Intake Cairan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Unit Hemodialisa Rsud Wates.
Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif
menggunakan survey analitik . Kemudian melakukan analisa dinamika korelasi
antara fenomena dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini
71 pasien dengan teknik Purposive Sampling, dengan mengambil data rekam
medis pada pasien hemodialisa yang menjalani hemodialisa di RSUD Wates Kulon
Progo Yogyakarta.Alat dalam penelitian ini adalah rekam medik dan kuesioner.
Analisis data dengan menggunakan program statistik. Luaran dalam penelitian ini
berupa naskah publikasi pada jurnal ilmiah nasional satu masalah yang menjadi
kegagalan hemodialisa adalah kepatuhan klien . Data yang diperoleh kemudian di
uji menggunakan Spearmen Rank.
Hasil : Hasil penelitian didapatkan sebagian besar efikasi diri pasien sedang sekitar
(39,0 %) dalam pelaksanaan efikasi diri dimonitor dengan tingkat kepatuhan
pembatasan cairan dengan tingkat sedang (36,6%). Hasil uji Spearmen Rank
menunjukan ada hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan pembatasan intake
cairan pada pasien gagal ginjal kronik dengan nilai p value 0,00 dengan keerataan
kedua variabel cukup kuat dengan nilai r = 0,596
Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan kepatuhan
pembatasan intake cairan pada pasien gagal ginjal kronik
Kata Kunci : Gagal ginjal kronik, Hemodialisa, Efikasi diri, Kepatuhan
pembatasan intake cairan