Abstract :
Latar belakang : Kepatuhan dari peserta kegiatan prolanis khususnya pasien
yang terjangkit penyakit diabetes melitus tipe II menjadi salah satu faktor
keberhasilan kegiatan prolanis yang dilakukan oleh pemerintah.
Ketidakpatuhan
minum obat dapat mempengaruhi pengendalian gula darah pada pasien. Hal ini
dapat berimbas terhadap gagalnya kegiatan prolanis secara umum dan gagalnya
terapi yang diberikan kepada pasien sehingga kualitas hidup pasien yang
diharapkan dapat meningkat menjadi tidak maksimal. Keberhasilan pengobatan
dapat dibuktikan dengan hasil laboratorium cek glukosa darah puasa mengalami
penurunan menjadi 70-130 mg/dl.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat peserta
program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) dengan penurunan kadar glukosa
darah di Puskesmas Pandak II
Metode Penelitian : Jenis penelitian yang dipakai adalah non-eksperimental,
desain descriptivecorelation, rancangan penelitian cross sectional. Sampel
penelitian 36 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive
sampling. Analisa data dengan menggunakan uji Chi Square
Hasil Penelitian : Sebanyak 61,1% responden tidak patuh dalam mengkonsumsi
obat antidiabetes, mayoritas memiliki GDP > 126 mg/dL dan pada bulan Januari
mengalami penurunan menjadi 55,6%. Berdasarkan uji Chi Square didapatkan
hubungan kepatuhan minum obat peserta program pengelolaan penyakit kronis
(Prolanis) dengan penurunan kadar glukosa darah di Puskesmas Pandak II
ditandai dengan nilai signifikan 0,009 (<0,05)
Kesimpulan : Terdapat hubungan kepatuhan minum obat peserta program
pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) dengan penurunan kadar glukosa darah di
Puskesmas Pandak II
Kata kunci : kepatuhan, kadar glukosa, prolanis