Abstract :
Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan suatu keadaan dimana tubuh tidak
bisa memproduksi insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh. Salah satu faktor yang
dapat mempengaruhi kadar gula darah pada penderita diabetes melitus yaitu
aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang kurang memiliki potensi lebih besar untuk
mengidap penyakit diabetes melitus.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula
darah sewaktu pada penderita diabetes melitus tipe 2 di RSUD Sleman
Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross
sectional. Populasi penelitian adalah seluruh penderita diabetes melitus tipe 2
yang datang ke rawat jalan RSUD Sleman Yogyakarta. Sampel penelitian
berjumlah 68 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di peroleh
dengan tehnik purposive sampling. Aktivitas fisik di ukur dengan menggunakan
kuesioner IPAQ yang di adopsi dari penelitian sebelumnya dan kadar gula darah
diukur dengan menggunakan glucometer. Analisa univariat menggunakan
distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan chi-square. Data di analisa
dengan menggunakan perangkat lunak komputer SPSS 21 for windows.
Hasil: hasil analisis chi-square hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah
sewaktu diperoleh p-value 0,000 (p?0,05) yang berarti bahwa ada hubungan
antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah sewaktu pada penderita diabetes
melitus tipe 2 dengan nilai OR 119,429 dengan kata lain orang yang aktivitas
fisik kurang aktif berpeluang 119 kali lebih besar mengalami kadar gula darah
tidak terkendali dari pada orang yang malakukan aktivitas fisik aktif.
Kesimpulan: ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah
sewaktu pada penderita diabetes melitus tipe 2 di RSUD Sleman Yogyakarta.
Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Diabetes Tipe 2, Kadar Gula Darah Sewaktu