Abstract :
Latar Belakang : Data Riskesdas tahun 2013-2018, prevalensi penyakit ginjal
kronik (permil) berdasarkan diagnosis dokter Indonesia sebesar 3,8%. Prevalensi
di DI Yogyakarta sebesar 6.1%. Kualitas hidup pada pasien PGK lebih mengalami
gangguan aspek fisik, psikologis sosial, dan lingkungan, dengan keadaan tersebut
maka dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien gagal ginjal.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan tingkat kecemasan dan dukungan
keluarga dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD
Panembahan Senopati Kabupaten Bantul Yogyakarta.
Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross
sectional. Sampel sebanyak 67 responden. Teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik Purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan
kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Kendall tau.
Hasil Penelitian: Tingkat kecemasan responden mayoritas adalah sedang
sebanyak 31 orang (46,3%), dukungan keluarga mayoritas sedang sebanyak 24
orang (35,8%), dan kualitas hidup mayoritas kurang sebanyak 35 orang (52,2%).
Hasil uji Kendall tau hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas hidup
diperoleh p=0,000, dan untuk hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup
diperoleh p=0,000.
Kesimpulan: Ada hubungan tingkat kecemasan dan dukungan keluarga dengan
kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Panembahan Senopati
Kabupaten Bantul Yogyakarta.
Kata Kunci : Tingkat Kecemasan, Dukungan Keluarga, Kualitas Hidup, Gagal
Ginjal Kronik, Hemodialisa