Abstract :
Yogyakarta, 2017.
Penelitian ini membahas mengenai peran pondok pesantren dalam
pembinaan akhlak santri dengan mengambil latar pesantren Ar-Raudhah Turi
Sleman Yogyakarta. Dengan demikian dilihat dari segi jenisnya penelitian ini
merupakan penelitian lapangan (field receach) dengan menggunakan
pendekatan fenomenologis. Sementara itu, dilihat dari sifatnya penelitian ini
adalah penelitian kualitatif, yakni jenis data yang dikumpulkan bukan berupa
data berupa angka-angka, dan karena analisisnya adalah non-statistik. Dalam
penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah (1) kiai (ustadz dan
ustadzah) pesantren Ar-Raudhah, (2) pengurus putra-putri pesantren ArRaudhah,
(3)
santri
pesantren
Ar-Raudhah,
(4)
masyarakat sekitar pesantren
Ar-Raudhah. Adapun yang menjadi objek penelitian dalam penelitian ini
yaitu peran pesantren Ar-Raudhah dalam pembinaan akhlak santri, metodemetode
dalam pembinaan akhlak santri, serta faktor pendukung dan
penghambat dalam pembinaan akhlak santri. Untuk pengumpulan data dalam
penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan metode
dokumentasi. Dalam menganalisis data peneliti menggunakan analisis Model
Miler and Huberman dengan tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data
dan menyimpulkan data. Dalam menganalisis data juga menggunakan
triangulasi untuk membandingkan, memeriksa, mengecek data.
Hasil penelitian ini adalah bahwa dalam membina akhlak santri,
pesantren Ar-Raudhah Turi Sleman Yogyakarta adalah sebagai lembaga
pendidikan akhlak santri, fasilitator akhlak santri, pembimbing akhlak santri,
korektor akhlak santri, dan sebagai motivator akhlak santri. Metode yang
digunakan pesantren Ar-Raudhah dalam pembinaan akhlak santri dengan
metode kasih sayang, metode keteladanan (uswah khasanah), metode nasihat
dan mau?idhoh, pembiasaan dan metode kedisiplinan. Dalam pelaksanaan
pembinaan akhlak kepada santri di pesantren Ar-Raudhah Turi Sleman
Yogyakarta terdapat beberapa hal yang menjadi faktor pendukung yaitu letak
pesantren yang strategis, adanya lingkungan yang konduksif, serta terdapat
fasilitas yang memadai bagi santri. selain itu, juga terdapat faktor penghambat
dalam pelaksanaan pembinaan akhlak yaitu adanya pengaruh dari luar, latar
belakang santri dengan permasalahan sosial, kurangnya komunikasi dengan
wali santri, dan kurangnya pendamping santri (ustadz dan ustadzah).