Abstract :
Intensitas mengerjakan skripsi merupakan semangat atau seberapa besar usaha yang
dilakukan dalam melakukan kegiatan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Beberapa
hambatan dan kendala yang dihadapi saat mengerjakan skripsi, jika membuat adanya
tekanan dalam diri mahasiswa maka dapat menyebabkan adanya stres dalam
menyusun skripsi. Stres merupakan reaksi atau respon seseorang terhadap suatu
permasalahan yang dapat berupa tuntutan dalam suatu situasi dan dianggap sebagai
beban di luar batas kemampuan. Tujuan: Mengetahui hubungan intensitas
mengerjakan skripsi dengan tingkat stres pada mahasiswa reguler semester VIII
Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Alma Ata Yogyakarta. Jenis penelitian
yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasi melalui
pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 71 mahasiswa yang
memenuhi kriteria inklusi yang diambil dari mahasiswa reguler semester VIII Program
Studi Ilmu Keperawatan Universitas Alma Ata Yogyakarta. Pengambilan sampel
menggunakan probability sampling dengan jenis simple random sampling yaitu teknik
pengambilan sampel dengan memberikan peluang yang sama bagi populasi untuk
dipilih menjadi anggota sampel. Data yang di kumpulkan kemudian di analisis
menggunakan uji statistik Kendall?s tau. Instrumen yang di gunakan pada penelitian
adalah kuesioner intensitas mengerjakan skripsi dan kuesioner tingkat stres. Hasil:
Berdasarkan 71 subjek penelitian sebagian besar responden memiliki intensitas
mengerjakan skripsi tinggi sebanyak 47 responden (66,2%), dan sebagian besar
responden memiliki tingkat stres sedang yaitu sebanyak 68 responden (95,8%),
Sedangkan hasil uji statistik Kendall-Tau diperoleh p-value 0,209 (p<0,05).
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara intensitas mengerjakan skripsi dengan tingkat
stres pada mahasiswa reguler semester VIII Program Studi Ilmu Keperawatan
Universitas Alma Ata Yogyakarta.
Kata kunci: Mahasiswa, intensitas mengerjakan skripsi, tingkat stres