Abstract :
Latar Belakang : Penyakit typhoid merupakan penyakit yang menyerang saluran
pencernaan. Jika tidak mendapatkan penanganan yang serius penyakit ini bisa
menyebabkan kematian. Typhoid merupakan penyakit yang membutuhkan perawatan
dari tenaga kesehatan. Pelayanan kesehatan berperan penting dalam penanganan
typhoid. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam kualitas pelayanan keperawatan
pada rawat inap adalah pelaksanaan discharge planning. Discharge planning/
perencanaan pemulangan adalah proses sistematis yang bertujuan menyiapkan
pasien meninggalkan rumah sakit untuk melanjutkan program perawatan yang
berkelanjutan di rumah atau di unit perawatan komunitas.
Tujuan : Mengetahui bagaimana hubungan penerapan discharge planning dengan
kepatuhan pemeriksaan kembali pasien typhoid di ruang rawat inap Puskesmas
Cangkrep Purworejo.
Metode Penelitian : Jenis penelitian deskriptif korelasi dengan metode penelitian
prospektif. Jumlah sampel sebanyak 30 pasien typhoid dengan teknik total sampling.
Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner penerapan discharge planning
sebanyak 26 pertanyaan dan kepatuhan pemeriksaan kembali menggunakan lembar
observasi yang datanya diambil dari rekam medis pasien. Teknik analisis data uji chi
square.
Hasil : Didapat hubungan penerapan discharge planning dengan kepatuhan
pemeriksaan kembali pasien typhoid dengan ? value=0,023 dan nilai koefisien kontingensi 0,439.
Saran : Perawat hendaknya meningkatkan pengetahuan tentang discharge planning
dalam rangka meningkatkan profesionalitas yang menunjang terwujudnya mutu
pelayanan kesehatan.
Kata Kunci : Discharge planning, Kepatuhan Pemeriksaan Kembali, Pasien Typhoid.