Abstract :
Latar Belakang: Pengendalian kadar gula darah yang tinggi merupakan cara terbaik
yang dapat dilakukan untuk menghindari komplikasi diabetes mellitus. Ada berbagai
macam cara untuk mengendalikan kadar gula dalam darah diantaranya dengan terapi
farmakologi dan non farmakologi. Terapi farmakologi dinilai memiliki efek samping
yang merugikan seperti kerusakan ginjal dan hati apabila digunakan dalam jangka
waktu yang lama. Sedangkan terapi non farmakologi dinilai memiliki efek samping
lebih sedikit dan lebih ekonomis seperti terapi bekam.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi bekam terhadap
perubahan kadar glukosa darah pada dewasa usia 26-45 tahun di sedayu 1.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen dengan
rancangan penelitian one group pre test- post test rancangan ini tidak ada kelompok
pembanding (kontrol). Populasi penelitian ini adalah jumlah pasien dewasa usia 26-45
tahun di Puskesmas Sedayu 1.
Hasil Penelitian: Pengambilan sampel menggunakan tehnik Non Random Sampling
dengan metode total sampel, jumlah sampel sebanyak 30 orang. Analisis uji
menggunakan uji Paired Sampel T-test. Hasil uji statistik Paired Sampel T-test
didapatkan rata-rata perubahan kadar glukosa darah dari pengukuran sebelum dan
sesudah diberikan terapi bekam adalah 14.2 mg/dl dengan nilai P-value sebesar 0,0001
(P<0,05), maka hipotesis Ha diterima artinya terdapat efektivitas terapi bekam terhadap
perubahan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah perlakuan dalam satu kali
pengamatan.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar glukosa darah sebelum
dan sesudah terapi bekam.
Kata Kunci : Terapi Bekam, Perubahan kadar glukosa darah, Usia Dewasa