Abstract :
Program tahfidz dan tahsin Al Qur?an adalah program yang dirancang
untuk mengembangkan kemampuan siswa madrasah dalam mempelajari dan
menghafal Al Qur?an. Pada praktiknya tidak semua madrasah mampu menerapkan
program tersebut terutama madrasah yang tidak menyediakan asrama atau bukan
tipe madrasah full day. Salah satu madrasah yang telah menerapkan program
tahfidz dan tahsin adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran Yogyakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program tahfidz
dan tahsin Al Qur?an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran Yogyakarta. Populasi
atau Situasi sosial yang diteliti adalah kelas VI MIN Jejeran, 71 siswa kelas VI,
koordinator program tahfidz dan tahsin, guru pengampu tahfidz, dan kegiatan
pembelajaran tahfidz. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive
sampling dan snowball sampling. Purposive sampling dalam penelitian ini adalah
Kepala Sekolah MIN Jejeran, koordinator program tahfidz dan tahsin, dan guru
pengampu tahfidz. Snowball sampling digunakan untuk melengkapi dan
memperkuat data dari purposive sampling dengan narasumber yang disesuaikan
pada kondisi di lapangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan
mengambil latar MIN Jejeran Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif
dengan langkah telaah data, reduksi data, unitisasi data, kategorisasi data,
trianggulasi data, dan analisis frekuensi relatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahfidz dan tahsin di MIN
Jejeran sudah baik. Hal ini terbukti dengan adanya perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi. Metode yang digunakan guru pengampu tahfidz dalam membimbing
para siswa yaitu talaqqi, penugasan, dan muroja?ah. Hasil yang dicapai dari
pelaksanaan program tahfidz dan tahsin di MIN Jejeran sudah baik dengan
persentase sebesar 66% atau sebanyak 47 siswa dari 71 total siswa telah
menyelesaikan hafalan juz 30. Faktor-faktor yang menjadi pendukung adalah usia
siswa yang ideal 7-13 tahun, lingkungan yang kondusif, dan guru pengampu
program yang berkompeten di bidangnya. Adapun faktor yang menghambat
antara lain siswa kurang konsisten, tidak adanya kurikulum yang baku, proses
evaluasi belum maksimal, kurangnya dukungan orang tua, dan waktu yang
tersedia kurang efektif dan efisien.
Kata kunci: Implementasi, Program tahfidz dan tahsin.