Abstract :
Latar Belakang : Pelayanan yang bermutu pada dasarnya merupakan suatu
pengalaman emosional bagi pelanggan. PAPS walaupun secara medis belum
cukup stabil untuk dirawat di rumah dapat diartikan sebagai ungkapan
kekecewaan, ketidakpuasan dan hilangnya kepercayaan (mistrust) terhadap rumah
sakit Banyak faktor yang pasien pulang atas permintaan sendiri.
Tujuan : Mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi pasien pulang atas
permintaan sendiri di ruang Bougenfille RSUD Dr. Tjitrowardojo Purworejo.
Metode : Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi
dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 40 orang. Instrumen penelitian
berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square.
Hasil: Hasil penelitian ini mayoritas responden kondisi penyakitnya tidak parah
yaitu 36 orang (90%). Mayoritas responen menyatakan mutu pelayanan di rumah
sakit adalah baik yaitu 31 orang (77,5%). Sebanyak 28 responden (70%)
menyatakan lingkungan rumah sakit nyaman dan 25 orang responden (62,5%)
menyatakan mampu membayar biaya rumah sakit. Mayoritas responden memiliki
status kepulangan bukan APS yaitu 32 orang (80%). Hasil analisia bivariat
menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara status kepulangan pasien dengan
mutu pelayanan (p-value 0,011) , presepsi sakit (p-value 0,001), lingkungan
rumah sakit (p-value 0,000) dan biaya rumah sakit (p-value 0,000). Kondisi
penyakit tidak memiliki hubungan dengan keputusan pulang atas permintaan
sendiri.
Kesimpulan: Faktor mutu pelayanan, presepsi sakit, lingkungan rumah sakit dan
biaya rumah sakit merupakan faktor yang berpengaruh terhadap keputusan pulang
atas permintaan sendiri.
Kata Kunci : Faktor-faktor, Pulang Atas Permintaan Sendiri