Abstract :
Latar Belakang: Fungsi kognitif juga berkaitan dengan aktivitas fisik,
dimana aktivitas fisik erat kaitannya dengan sistem muskuluskeletal pada
dasarnya setiap gerakan fisik yang dilakukan memberikan rangsangan
kepada otak, dengan menurunnya aktivitas maka rangsangan kepada otak
juga berkurang karena otak memiliki sifat palisitas dimana bila terus
diberikan rangsangan fungsinya akan tetap terjaga dan sebaliknya bila
rangsangan tersebut kurang atau tidak ada proses palastisitas tidak terjadi
dan otak akan mengalami penurunan struktur dan fungsinya
Tujuan: Mengetahui hubungan fungsi kognitif dengan activity daily living
(ADL) pada lansia PSTW Budi Luhur Kasongan Bantul Yogyakarta.
Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional.
Pengambilan sampel pada penelitian ini mengunakan purposive sampling.
Instrumen penelitian mengunakan kuesioner. Metode analisis yang
digunakan uji Kendal Tau.
Hasil Penelitian: Fungsi kognitif mayoritas dalam kategori Definite
gangguan kognitif yaitu (41,7%), Activity Daily Living (ADL) mayoritas
dalam kategori mandiri penuh (52,8%). Hasil penelitian di peroleh nilai
fungsi kognitif dengan Activity Daily Living (ADL) (p) = 0,000 dengan nilai
koefesien kolerasi = 0,381 yang artinya keeratan hubungan antara kedua
variabel rendah.
Kesimpulan: Ada hubungan antara fungsi kognitif dengan activity daily
living (ADL) pada Lansia di PSTW Budi Luhur Kasongan Bantul
Yogyakarta dibuktikan dengan hasil analisis dengan nilai signitifkan 0,000
(p<0,05) dengan nilai koefesien kolerasi = 0,381.
Kata Kunci: Fungsi kognitif dan activity daily living (ADL)