Abstract :
Latar Belakang: Faktor penyebab AKI salah satunya adalah pendarahan (36%).
Pendarahan dapat terjadi pada masa nifas dan dapat diminimalkan dengan
kunjungan masa nifas. Namun angka kunjungan masa nifas di Puskesmas Pandak
I Kabupaten Bantul yaitu 83,06% lebih rendah dari target yang ditetapkan oleh
Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul yaitu sebesar 95%. Hal ini disebabkan salah
satunya dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan. Dukungan keluarga dan
peran petugas kesehatan memiliki hubungan yang dekat sehingga dapat
mempengaruhi kunjungan masa nifas.
Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan
terhadap kunjungan ulang masa nifas di wilayah kerja Puskesmas Pandak I
Kabupaten Bantul Yogyakarta.
Metode: Desain dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan
pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode total
sampling dengan jumlah responden sebanyak 60 ibu nifas. Instrumen penelitian
menggunakan kuesioner pada variabel dukungan keluarga dan kuesioner peran
petugas kesehatan. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji Chi-square.
Analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara
dukungan keluarga dengan kepatuhan kunjungan masa nifas (p value = 0,009).
Ada hubungan antara peran petugas kesehatan dengan kepatuhan kunjungan masa
nifas (p value = 0,002). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan
kunjungan masa nifas adalah dukungan peran petugas kesehatan.
Kesimpulan: Ada hubungan dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan
dengan kepatuhan kunjungan masa nifas di wilayah kerja Puskesmas Pandak I
Bantul Yogyakarta.
Kata Kunci: Dukungan keluarga, Peran petugas kesehatan, Kepatuhan kunjungan
masa nifas