Abstract :
PERPUSTAKAAN
UNIVERSITAS ALMA ATA
Latar belakang Tingginya kasus kanker ginekologi terutama untuk kasus kanker
serviks, kanker ovarium dan kanker endometrium. Penatalaksanaan kanker
ginekologi diantaranya dengan kemoterapi. Kemoterapi bertujuan untuk
menghambat invasi dan metastase. Efek toksik yang muncul selanjutnya adalah
(anemia),sehingga peran perawat dalam memonitor efek toksik kemoterapi sangat
penting untuk kesiapan pasien menjalani kemoterapi selanjutnya.
Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran anemia pada pasien
kanker ginekologi terutama kanker serviks, kanker ovarium dan kanker
endometrium yang menjalani kemoterapi.
Metodologi penelitian adalah diskriptif observasi dengan tehnik pengambilan
sampel sesuai rumus Slovin, teknik pengambilan sampel dengan proporsional
sampel, dengan populasi pasien sebanyak 506 yang dirawat dari bulan Januari
sampai Desember 2016, total sampel yang digunakan 84 responden. Penelitian
akan dilakukan di RSUP Dr Sarjito Yogyakarta pada bulan Mei sampai dengan
Juni 2017. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dari rekam medis
pasien. Pengolahan data melalui editing, coding, entri data, dan tabulating.
Hasil penelitian ini adalah dari 84 sampel ada 58 yang anemia ringan dan sedang.
Mayoritas umur >35 tahun sebanyak 55 atau 94,8% di stadium III sebanyak 29
atau 50%. Organ yang diserang terbanyak adalah kanker serviks sebanyak 30 atau
51,7%. Jenis kemoterapi yang terbanyak adalah paclitaxel dan carboplatin
sebanyak 21 atau 36,8%. Frekuensi kemoterapi yang sering terjadi anemia pada
frekuensi ke II sebanyak 22 atau 37,9%. Semua pasien dengan anemia dilakukan
tranfusi darah. Pelaksanaan PPK sebanyak 91,4% atau 53 pasien.
Kesimpulan anemia pada kanker ginekologi yang menjalani kemoterapi tahun
2016 di RSUP Dr Sardjito mayoritas di atas umur 35 tahun pada kanker serviks
dengan regimen paclitaxel dan carboplatin di frekuensi kemoterapi yang kedua.
Semua pasien dengan anemia diberikan tranfusi darah dan PPK.
Kata kunci : anemia, kanker ginikologi, kemoterapi