Abstract :
Latar Belakang: Usia prasekolah merupakan periode keemasan bagi tumbuh kembang anak.
Pertumbuhan menjelaskan tentang perubahan dalam hal ukuran, sedangkan perkembangan
merupakan perubahan kompleksitas dan fungsinya. Masalah perkembangan yang terjadi
pada anak usia pra sekolah salah satunya adalah masalah mental emosional. Salah satu
faktor yang turut berperan dalam perkembangan mental emosional pada anak adalah pola
asuh orang tua. Orang tua memiliki hubungan yang dekat dan waktu yang relatif lama
dalam bersosialisasi dengan anak, sehingga kemampuan orang tua dalam memberikan
rangsangan atau stimulus mempengaruhi kondisi emosi anak.
Tujuan: Mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan penyimpangan mental emosional
anak usia pra sekolah di TK Uwatun Hasanah Kwarasan Sleman.
Metode Penelitian: Desain dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan
pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan
jumlah responden sebanyak 60 orang tua. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pada
variabel pola asuh orang tua dan kuesioner penyimpangan mental emosional. Analisa bivariate
yang digunakan adalah uji Chi-square.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukka bahwa mayoritas responden berusia 26-35
(73,3 %),hubungan dengan anak mayoritas ibu 40 (66,7 %), pendidikan mayoritas perguruan
tinggi 37 (61,7 %), pekerjaan karyawan swasta 26 (43,3 %), pola asuh demokratis 48 (80
%),tidak mengalami penyimpangan mental emosional 56 (93,3 %). Analisis uji korelasi
diperoleh uji (p) = 0,004.
Kesimpulan: Ada hubungan pola asuh orang tua dengan penyimpangan mental emosional
anak usia pra sekolah di TK Uswatun Hasanah Kwarasan Sleman. Deteksi Dini Penyimpangan
Mental Emosional ini penting dilakukan untuk menemukan secara dini adanya masalah mental
emosional anak agar segera dilakuakan intervensi.
Kata Kunci: Anak Usia Prasekolah, Mental Emosional Anak, Pola Asuh Orang Tua.