Abstract :
Latar belakang : Kualitas tidur merupakan hal yang perlu diperhatikan
mengingat berbagai dampak yang dapat ditimbulkan bila perawat mengalami
kualitas tidur yang buruk seperti mengantuk, fatigue (kelelahan),
ketidakmampuan berkonsentrasi dan berfikir, penurunan produktifitas kerja dan
beresiko terjadi kecelakaan kerja serta membahayakan keselamatan pasien
(patient safety).
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur
perawat ICU dan HCU Rumah Sakit Umum Daerah Wates beserta faktor-faktor
yang mempengaruhinya.
Metode penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan
pendekatan cross sectional dan analitik. Teknik pengambilan data
menggunakan total sampling dengan responden sebanyak 37 orang. Uji statistik
yang digunakan adalah Fisher Exact Test.
Hasil : Secara keseluruhan 78% perawat ICU dan HCU RSUD Wates
mempunyai kualitas tidur buruk. Secara rinci kualitas tidur yang buruk dialami
oleh 81,3% responden bekerja secara shift, 100% responden dengan kelelahan
sedang, 75,8% responden dengan stress sedang, 83,3% responden yang
mempunyai perilaku makan sebelum tidur, 75% responden dengan ?2 gaya
hidup (kebiasaan), dan 79,4% responden yang ada gangguan lingkungan.
Berdasarkan uji statistik didapatkan p value 0,292 untuk variabel shift kerja,
0,557 untuk kelelahan, 0,557 untuk stress kerja, 1,000 untuk perilaku makan,
0,685 untuk gaya hidup, 0,530 untuk lingkungan yang secara keseluruhan
bernilai lebih dari 0,05 yang artinya tidak ada hubungan antara variabel tersebut
dengan kualitas tidur.
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja,
kelelahan, stress emosional, gaya hidup, perilaku makan, dan lingkungan
dengan kualitas tidur perawat.
Kata Kunci : Shift Kerja, Kualitas Tidur, Intensive Care
PERPUSTAKAAN
UNIVERSITAS ALMA ATA