Abstract :
Latar Belakang : Rumah sakit adalah suatu organisasi yang kompleks, dimana
semua bagian terikat bersama-sama dalam maksud untuk memulihkan dan
memelihara kesehatan. Komunikasi SBAR adalah suatu teknik yang menyediakan
kerangka kerja untuk komunikasi antara anggota tim kesehatan tentang kondisi
pasien. Identifikasi pasien adalah suatu upaya atau usaha yang dilakukan dalam
sebuah pelayanan kesehatan sebagai suatu proses yang bersifat konsisten, prosedur
yang memiliki kebijakan atau telah disepakati,
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi
SBAR dengan ketepatan indentifikasi pasien di ruang rawat inap.
Metode Penelitian : Rancangan penelitian ini menggunakan analitik korelasi dengan
pendekatan cross sectional yaitu suatu pendekatan yang pengambilan data dalam satu
waktu bersamaan. Dengan teknik Total Sampling. Dalam penelitian ini responden
berjumlah 36 perawat yang berada di bangsal rawat inap dengan kriteria yang sudah
ditentukan.
Hasil Penelitian : Penggunaan komunikasi SBAR di ruang rawat inap RSUD Wates
dalam kategori baik 33 orang (91,7%) dan ketepatan indentifikasi pasien di ruang
rawat inap RSUD Wates dalam kategori baik 26 orang (72,2%). Hasil
Crosstabulation antara komunikasi SBAR dengan ketepatan identifikasi pasien
dengan uji Kendal Tau diperoleh nilai p=0,825 (p=0,05), yang artinya tidak ada
hubungan yang bermakna antara penggunaan komunikasi SBAR dengan ketepatan
identifikasi pasien.
Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara komunikasi SBAR dengan
ketepatan identifikasi pasien.
Kata Kunci : Komunikasi SBAR, Identifikasi pasien