Abstract :
Latar Belakang: Menua merupakan keadaan yang pasti akan dialami semua
orang yang memiliki usia panjang. Masalah yang sering dijumpai pada lansia
adalah insomnia. Insomnia adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami
kesulitan untuk tidur dimalam hari. Salah satu penyebab insomnia adalah faktor
dari dalam yaitu masalah psikis (depresi). Depresi merupakan gangguan mental
yang ditandai dengan munculnya gejala penurunan mood, bersedih dan perasaan
bersalah.
Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat depresi dan kejadian insomnia pada lansia
usia 60 sampai 90 tahun di BPSTW Unit Budi Luhur Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan
cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 46 responden. Data yang
telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Kendall-Tau.
Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 58,7%,
berusia 75-90 tahun, tingkat pendidikan SD sebanyak 63%, mengalami tingkat
depresi ringan sebanyak 65,2% dan mengalami insomnia sedang sebanyak 43,5%.
Berdasarkan hasil uji statistik Kendall-Tau didapatkan nilai p = 0,000 (p<0,05)
yang berarti ada hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dan kejadian
insomnia dan nilai r = 0, 490 yang berarti keeratan hubungan sedang.
Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat depresi dan kejadian insomnia pada
lansia usia 60 sampai 90 tahun di BPSTW Unit Budi Luhur Yogyakarta.
Kata Kunci: Lansia, Depresi, Insomnia