Abstract :
Latar belakang:Memasuki usia tua akan mengalami kondisi kemunduran
fisik, salah satu masalah fisik yang dapat mengakibatkan kecacatan
ataukematian. Keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan
proyeksi pusat tubuh pada landasan penunjang baik saat berdiri, duduk, transit dan
berjalan Jatuh adalah kejadian tiba-tiba dan tidak disengaja yang mengakibatkan
seseorang terbaring atau terduduk di lantai.Kejadian jatuh sebagai dampak
langsung dari gangguan keseimbangan. Metode yang telah dikembangkan untuk
menilai gangguan keseimbangan dan cara berjalan adalah Berg Balance Scale
(BBS).
Tujuan:Mengetahui hubungan keseimbangan tubuh dengan frekuensi jatuh pada
lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Abiyoso Yogyakarta.
Metode:Jenis penelitian
ini merupakan penelitian Observasional
analitikdengan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 44
orang yang memenuhi kriteria inklusi yang diambil dari Balai Pelayanan Sosial
Tresna Werdah Abiyoso Yogyakarta. Pengambilan
sampel
menggunakan Purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan
pertimbangan tertentu. Data yang di kumpulkan kemudian di analisis
menggunakan uji statistik Kendall?s tau. Instrumen yang di gunakan pada
penelitian adalah lembar observasi yang di dapat dari adobsi dari penelitian
sebelumnya.
Hasil: Berdasarkan 44 subjek penelitian menunjukkan mayoritas lansia usia 75-90
tahun sebanyak 22(50,0%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 30 (68,2%),
sedangkan sebagian besar responden memilikikeseimbangan tubuh resiko jatuh
rendah yaitu 34 responden (77,3%), dan sebagian besar responden memiliki
frekuensi jatuhsedang yaitu sebanyak 20 responden (45,5%), Sedangkan dari hasil
uji statistik Kendall-Tau diperoleh p-value 0,013 (p<0,05).
Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara keseimbangan tubuhdengan
frekuensi jatuh.
Kata kunci:Lanjut usia, Resiko jatuh, Keseimbangan tubuh, Frekuensi jatuh.