Abstract :
Latar Belakang: Penurunan fungsi ginjal berakibat kemampuan tubuh gagal untuk
mempertahankan metabolisme dan kesimbangan cairan dan elektrolit menyebabkan
terjadinya uremia serta mengarah pada kematian. Salah satu penatalaksanaan pada
pasien dengan CKD adalah dengan terapi hemodialisa. Pasien CKD sebelum dan sesudah
dilakukan terapi hemodialisis cenderung mengalami fluktuasi volume cairan tubuh. Pada
pasien hemodialisis rutin, fluktuasi atau kelebihan cairan tersebut disebabkan oleh
penurunan fungsi ginjal dalam mengekresikan cairan dan kurangnya kepatuhan pasien
dalam membatasi asupan cairan pasien.
Tujuan: Mengetahui hubungan kepatuhan diit cairan dengan interdialytic weight gain
(IDWG) pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) stage V di RSUD Dr. Tjitrowardojo
Purworejo.
Metodologi Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimen dengan
rancangan penelitian korelasional dengan menggunakan metode pendekatan cross
sectional. dilakukan pada tanggal 10 Juni 2017. Pengambilan sampel dengan menggunakan
teknik Purpose sampling sebanyak 76 responden.
Hasil: Berdasarkanhasilujistatistik dengan uji Kendal tau didapatkan kepatuhan diit cairan
dengan interdialytic weight gain (IDWG) pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD)dengan
nilai p = 0,031 < 0,05 artinya ada hubungan yang bermakna kepatuhan diit cairan dengan
interdialytic weight gain (IDWG) pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD)stage V di
RSUD Dr. Tjitrowardojo Purworejo.
Kesimpulan Ada hubungan kepatuhan diit cairan dengan interdialytic weight gain (IDWG)
pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) stage V di RSUD Dr. Tjitrowardojo Purworejo.
Kata kunci: kepatuhan, diit cairan, IDWG, CKD