Abstract :
Latar belakang: Jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 dari tahun ke tahun
yang mengalami peningkatan. DM merupakan penyakit yang tidak dapat
disembuhkan secara total dan membutuhkan perawatan dalam jangka panjang,
sehingga bisa menimbulkan kebosanan, kejenuhan dan stress yang berpengaruh
pada kualitas hidup. Dibutuhkan suatu metode salah satunya Diabetes Self
Management Education (DSME). DSME adalah suatu proses berkelanjutan yang
dilakukan untuk memfasilitasi pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan pasien
diabetes melitus untuk melakukan perawatan mandiri.
Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh Diabetes Self Management Education
terhadap kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di rawat jalan Puskesmas.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment pre-test and
post-test with control group design. Pengumpulan data menggunakan data primer
dan data sekunder. Sampel data pada kelompok intervensi 28 orang dan kelompok
kontrol 28 orang pada bulan Mei-Juni 2017. Pengolahan data dilakukan dengan
menggunakan editing, coding, processing/ entry dan cleaning. Data dianalisis
dengan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney Test.
Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa p-value pada kelompok kontrol dan
kelompok intervensi sebesar 1,000 (p > ? ; ? = 0,05). Hasil uji statistik
menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok intervensi
dan kelompok kontrol.
Kesimpulan: tidak ada pengaruh Diabetes Self Management Education terhadap
kualitas hidup pasien diabetes melitus (DM) tipe 2 di Puskesmas.
Kata kunci: Diabetes Melitus, Kualitas hidup dan Diabetes Self Management
Education