Abstract :
Latar Belakang : Media sosial merupakan interaksi sosial antara manusia dalam
bertukar informasi yang mencakup gagasan dan konten dalam suatu komunitas.
Saat ini media social banyak digunakan, karena dengan bermain media sosial
maka akan mendapat teman baru dari belahan dunia manapun, dari kalangan
anak-anak samapai dewasa. Efek yang timbul dari bermain media social yang
terlalu lama bisa mengalami insomnia seperti sulit tidur, sulit mengatur waktu
tidur, depresi dan hubungan personal yang buruk dengan rekan-rekan mereka
didunia nyata.
Tujuan : Mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan
insomnia pada mahasiswa keperawatan di Universitas Alma Ata Yogyakarta.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan
cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 70
responden dengan tehnik proportionate stratified random sampel yaitu sampel
yang berdasarkan tingkat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan
dianalisis menggunakan uji Kendal Tau.
Hasil penelitian: Menunjukkan bahawa mayoritas remaja yang bermain media
sosial adalah remaja dengan usia 18-20 tahun (late adolescence) sebanyak 55
responden (81,7%), dan sebagian besar yang menggunakan media sosial adalah
berjenis kelamin perempuan sebanyak 50 responden (70,4%), sedangkan
intensitas penggunaan media sosial facebook, blackberry messenger, instagram
dan whatsapp penggunaan tinggi sebanyak 53 responden (74,6%). Analisis uji
korelasi diperoleh nilai p-value = 0,323.
Kesimpulan : Tidak adanya hubungan yang signifikan antara intensistas
penggunaan media sosial dengan insomnia di Universitas Alma Ata Yogyakarta
Kata Kunci : Intensitas Penggunaan Media Social, Insomnia.