Abstract :
PERPUSTAKAAN
Latar Belakang : Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai
peningkatan kadar glukosa darah melebihi normal yang dapat mengakibatkan
komplikasi akut maupun kronis. Prevalensi diabetes melitus pada tahun 2015
meningkat dari 4,7% menjadi 8,5% pada populasi orang dewasa dibanding tahun
1980. Menurut PERKENI pada tahun 2015 jumlah penderita diabetes di Indonesia
mencapai 9,1 juta pasien dan menjadi peringkat kelima teratas di antara negaranegara
dengan
jumlah
penderita
diabetes
terbanyak
di
dunia.
Senam
kaki
diabetik
yang
dianjurkan
pada
penderita
diabetes
sebanyak
4
kali
dalam
seminggu,
dengan
lama latihan 15
menit
yang
bertujuan
memperlancar
sirkulasi
perifer.
Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian senam kaki diabetes terhadap intensitas
nyeri neuropati pada pasien DM tipe 2 di RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo.
Metode : Jenis penelitian yang digunakan quasi eksperiment dengan pendekatan
non equivalent control group. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 42 orang
penderita DM tipe 2 di ruang cempaka dan aster RSUD Dr Tjitrowardojo. Sampel
dalam penelitian ini berjumlah 30 orang, terdiri dari 15 orang kelompok intervensi
dan 15 orang kelompok kontrol diambil dengan tehnik purposive sampling dengan
pertimbangan tertentu sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Data yang terkumpul
dianalisis dengan Mann Whitney.
Hasil Penelitian : Hasil analisa menggunakan uji Mann Whitney didapatkan nilai
(p=0,000<0,05),yang artinya ada pengaruh senam kaki terhadap penurunan
intensitas nyeri pada pasien DM.
Kesimpulan : Ada pengaruh antara senam kaki dengan intensitas nyeri pada
pasien DM tipe 2 di ruang aster dan cempaka RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo
Kata Kunci : Diabetes melitus, nyeri neuropati, senam kaki diabetik