Abstract :
Latar Belakang :Kesehatan mulut merupakan hal penting untuk kesehatan secara
umum dan kualitas hidup. Berdasarkan data RISKESDAS angka kejadian karies gigi
pada tahun 2013 berdasarkan provinsi yaitu provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
(DIY) menempati urutan kedua yaitu sebanyak 32,1%. kelompok usia yang menderita
karies gigi yaitu usia 5-9 tahun sebanyak 21,6%. Memberikan pendidikan kesehatan
mengenai kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah dapat menggunakan
beberapa tehnik salah satunya dengan metode story telling, yang dimana tehnik ini
dapat menyampaikan sebuah cerita kepada anak-anak dengan cara mendongeng,
adapun manfaat dari metode story telling yaitu melatih kemampuan mendengar.
Tujuan Penelitian : Mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dengan metode
storytelling terhadap tingkat pengetahuan anak tentang kebersihan mulut dan gigi di
SDN 1 Ngebel Kasihan Bantul Yogyakarta.
Metode Penelitian : Rancangan penelitian menggunakan pra-eksperimental dengan
one group pre- post test design. Jumlah responden dalam teknik sampling penelitian
ini adalah 41 responden.
Hasil: Perbedaan tingkat pengetahuan anak sebelum dan sesudah dilakukan
intervensi dengan menggunakan media story telling berdasarkan analisis Wilcoxon.
Ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan
kesehatan tentang kebersihan mulut dan gigi dengan nilai yang signifikan 0,000.
Kesimpulan: Ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan
pendidikan kesehatan tentang kebersihan mulut dan gigi.
Kata Kunci : Story Telling, Pengetahuan, Kebersihan Gigi dan Mulut.