Abstract :
Latar Belakang: Indonesia di tahun 2014 termasuk negara dengan angka
pertumbuhan perokok pemula tertinggi di dunia dengan 20,3% anak sekolah usia
13-15 tahun sudah merokok. Faktor yang mempengaruhi peningkatan jumlah
konsumsi tembakau di Indonesia diantaranya adalah harga rokok yang relatif
murah. Upaya pengendalian tembakau dengan menaikkan harga atau tarif cukai
rokok dapat memotivasi perokok untuk berhenti merokok terutama perokok
pemula.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara persepsi remaja tentang kenaikan harga
rokok dengan motivasi berhenti merokok remaja di Dusun Semampir Desa
Argorejo Sedayu Bantul Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan
pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh remaja
merokok usia 15-19 tahun yang tinggal di Dusun Semampir Desa Argorejo
Sedayu Bantul Yogyakarta sebanyak 40 remaja dan teknik sampling yang
digunakan adalah total sampling.
Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden berusia 19
tahun sebanyak 16 responden (40%), jumlah rokok perhari 10-20 batang rokok
sebanyak 21 responden (52,5%), memiliki riwayat keluarga merokok sebanyak 29
responden (72,5%), memiliki persepsi kenaikan harga rokok baik yaitu sebanyak
21 responden (52,5%) dan motivasi berhenti merokok tinggi sebanyak 25
responden (62,5%). Penelitian ini juga menunjukan terdapat hubungan yang
signifikan antara persepsi remaja tentang kenaikan harga rokok dengan motivasi
berhenti merokok remaja di Dusun Semampir Desa Argorejo Sedayu Bantul
Yogyakarta dengan nilai p value 0,001 (p<0,05).
Kesimpulan: Ada hubungan antara persepsi kenaikan harga rokok dengan
motivasi berhenti merokok, sehingga semakin baik persepsi remaja terhadap
kenaikan harga rokok maka semakin tinggi motivasi berhenti merokok remaja.
Kata Kunci: Persepsi, Harga Rokok, Motivasi Berhenti Merokok, Remaja