Abstract :
Latar Belakanglimbah padat medis yang dihasilkanrumah sakit dapat berdampak
negatif terhadap lingkungan sekitar dan dapat memperbesar resiko terhadap
penularan penyakit dan kecelakaan. Pengelolaan limbah padat rumah sakit di
RSUD Wates dimulai dari proses pemilahan limbah. Dari hasil observasi bulan
april 2017 ditemukan spuit 5cc dibuang dicampur dengan handscoon padahal
sudah ada tempat masing-masing limbah. Perilaku perawat sangat berperan dalam
proses pembuangan limbah medis. Karena aktivitas perawat dalam menangani
pasien akan menghasilkan limbah medis.
Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku
perawat dalam pembuangan sampah medisdi rawat inap RSUD Wates Kabupaten
Kulon Progo.
Metode penelitian ini merupakan deskriptif observasional dengan pendekatan
cross sectionalmenggunakan kuesioner pengetahuan perawat dalam pembuangan
sampah medis dan mengobservasi perilaku perawat dalam pembuangan sampah
medis. Sampel penelitian ini berjumlah 100 responden perawat pelaksana.
Hasilpenelitian ini diuji dengan interreter riliability dengan metode Cohen?s
kappa dan CVI di universitas Alma Ata dengan tingkat kepercayaan 95%. Nilai
karakteristik responden sebagian besar berusia 26-30tahun sebanyak 36
responden, jenis kelamin sebagian besar perempuan sebanyak 84 responden,
pendidikan sebagian besar D3 sebanyakr 94 responden, lama kerja sebagian besar
0-5tahun sebanyak 48 responden. Tingkat pengetahuan perawat kategori baik
sebanyak 68 responden, perilaku perawat baik sebanyak 65 responden. P value
0,000 artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku
perawat dalam pembuangan sampah medis di rawat inap RSUD Wates kabupaten
kulon progo.
Kata kunci : pengetahuan, perilaku, sampah medis