Abstract :
Latar Belakang :Tujuan SDGs
(Sustainable Development Goals
) yang ke 4 adalah
menurunkan kematian. Salah satunya adalah imunisasi. Imunisasi merupakan salah
satu prosedur yang menimbulkan respon nyeri karena sebagian besar diberikan
melalui penyuntikan. Penyuntikan pada bayi merupakan tindakan yang dapat
menimbulkan trauma, karena hal tersebut menyebabkan nyeri. Salah satu manajemen
nyeri untuk menurunkan respon nyeri imunisasi adalah manajemen non farmakologi
dengan pemberian terapi musik.
Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh pemberian terapi musik terhadap tingkat
respon nyeri bayi saat penyuntikan imunisasi.
Metodologi penelitian: menggunakan desain quasi experimental, dengan pendekatan
non equivalent control group yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat
respon nyeri pada responden yang diberikan terapi musik dan tidak. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh bayi yang diimunisasi pentabio di poli anak RSUD Wates.
Jumlah sampel pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing
sebanyak 16 responden. Intervensi diberikan mulai dari 10 menit sebelum injeksi,
sampai dengan 5 menit setelah injeksi. Hasil penelitian ini menggunakan alat ukur
skala FLACC.
Hasil : didapatkan perbedaan respon nyeri yang bermakna antara kelompok intervensi
dan kelompok kontrol dengan nilai mean rank 8,00<8,50.
Kesimpulan: ada pengaruh pemberian terapi musik terhadap respon nyeri terhadap
bayi yang dilakukan imunisasi.
Kata kunci :bayi, imunisasi, respon nyeri, terapi musik