Abstract :
Latar Belakang: Secara fisik anak mengalami perubahan pertumbuhan dan
perkembangan dalam rentang cepat dan lambat. Salah satu masalah keterlambatan
dialami pada anak retardasi mental. Masalah yang terjadi pada anak retardasi
mental ialah lemah atau kurangnya kemampuan pada anak yang disertai
keterbatasan dalam hal kemandirian misalnya makan, mengurus diri (oral hygiene,
mandi, berpakaian), dan kemandirian dalam hal toilet training.
Tujuan: Mengetahui hubungan pola asuh orangtua dengan kemandirian toilet
training pada anak retardasi mental di SLB Negeri 1 Bantul Yogyakarta.
Metode Penelitian: Metode kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional.
Populasi penelitian yang diteliti adalah orangtua yang mempunyai anak retardasi
mental yang berumur di bawah 18 tahun yang bersekolah di SLB Negeri 1 Bantul
Yogyakarta dengan jumlah 127 dari TK, SD, SMP, SMA tahun ajaran 2016-2017.
Sampel dalam penelitian ini adalah rentang SD sampai SMP yang berjumlah 70
siswa dengan menggukan total sampling.
Hasil: Penelitian ini menunjukan usia responden berusia diantara 46-55 tahun
sebanyak 28 responden (43,1%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 30
responden (58,5%). Responden memiliki pola asuh yang cukup sebanyak 48
responden (73,8%). Sedangkan kemandirian toilet training kurang 34 responden
(52,3%). Hasil penelitian menunjukan hubungan yang signifikan antara pola asuh
orangtua dengan kemandirian toilet training, dengan nilai p value 0,002 (p<0,05)
dengan arah korelasi yang positif (0,374) yang berarti semakin baik pola asuh
orangtua dalam mengasuh anak maka semakin baik pula kemandirian yang
dimiliki anak dalam toilet training.
Kesimpulan: Ada hubungan pola asuh orangtua dengan kemandirian toilet training
pada anak retardasi mental di SLB Negeri 1 Bantul Yogyakarta.
Kata Kunci: Pola Asuh, Toilet Training, Retardasi Mental.