Abstract :
Latar Belakang : Masalah gizi kurang pada balita merupakan masalah yang
belum dapat diatasi. Masalah tersebut ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya
pengetahuan, pendidikan, pekerjaan dll. Di desa Tersan Gede Salam Magelang
prevalensi gizi kurang pada balita masih cukup tinggi yaitu 28,5% pada awal
Januari 2016.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu
dalam pemberian MP-ASI dengan status gizi anak balita usia 12-24 bulan di Desa
Tersan Gede Salam Magelang.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik (induktif)
dengan menggunakan rancangan Cross Sectional. Sampel adalah anak balita yang
berumur 12-24 bulan yang berada di Desa Tersan Gede Salam Magelang.
Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling yang berjumlah
53 responden. Status gizi menggunakan Z-score dengan BB/U, dan pengetahuan
ibu dengan menggunakan kuesioner dan telah di uji coba. Untuk menggambarkan
hubungan antara variabel penelitian dengan menggunakan uji statistik korelasi
Kendal Tau ( .
Hasil Penelitian : Analisis univariat menunjukkan dari 53 ibu sebagian besar
tingkat pengetahuan ibu cukup sebanyak 43 (81,8%). Status gizi anak balita dari
53 balita sebagian besar berstatus gizi kurang sebanyak 39 anak balita (73,6%).
Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat
pengetahuan ibu dalam pemberian MP-ASI dengan status gizi anak balita usia 1224
bulan
di Desa Tersan Gede Salam Magelang dengan p- 0,016 <0,05.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu
dengan status gizi anak balita, dengan nilai korelasi positif yang berarti semakin
tinggi tingkat pengetahuan ibu dalam pemberian MP-ASI maka semakin baik
status gizi anak balita.
Kata Kunci : Pengetahuan, status gizi, ibu balita, anak balita usia 12-24 bulan.