Abstract :
Latar Belakang : Penyakit gagal ginjal kronik Gagal ginjal kronik merupakan
keadaan ginjal yang tidak dapat pulih dimana kemampuan tubuh untuk
mempertahankan keseimbangan metabolik, cairan dan elektrolit mengalami
kegagalan, yang mengakibatkan uremia. Lamanya terapi yang harus dijalani
membuat stressor psikologis (kecemasan). Peningkatan pasien hemodialisa dapat
dilihat dari jumlah yang menjalani dapat dilihat dari prevalensi di Indonesia saat
ini yang mengalami gagal ginjal kronik sebesar 70.000 orang dan hanya 5000
orang yang menjalani hemodialisa.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara lama menjalani
hemodialisa dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik.
Metode Penelitian : Penelitian menggunakan metode kuantitatif desktiptif
korelasi dengan metode pendekatan cross sectional. Penentuan subjek tersebut
dilakukan dengan total sampling. Uji statistik menggunakan analisa univariat dan
bivariat dengan uji chi square menggunakan SPSS 22.
Hasil Penelitian : Dari total 77 responden, ditemukan 33 orang (68,8%) yang
mengalami kecemasan sedang dengan lama menjalani terapi lebih 12 bulan. Uji
chi square menunjukkan hasil chi x
tabel yang artinya
tidak terdapat hubungan lamanya menjalani terapi dengan tingkat kecemasan.
Kesimpulan : Kecemasan penderita gagal ginjal kronik terbanyak pada individu
yang lebih dari 12 bulan dengan kecemasan sedang.
Kata Kunci : Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisa, Kecemasan
2
hitung 0,769 < 3,841 x