Abstract :
Latar Belakang : Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan infestasi dan
desensitisasi terhadap tungau Sarcoptes Scabiei. Skabies dapat menginfestasi siapa saja,
beberapa kelompok yang berisiko di antaranya anak-anak, dewasa muda, hygiene
perorangan yang buruk, sosial ekonomi yang rendah, tempat yang padat penghuninya,
minimnya pengetahuan tentang penyakit skabies, dan sebagainya. Salah satu tempat
berisiko adalah Lembaga Pemasyarakatan, karena padat penghuninya dan kontak
interpersonal yang tinggi.
Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian skabies di
Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Yogyakarta.
Metode Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian
survey analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian
berjumlah 300 orang dengan jumlah sampel 169 orang yang diambil secara simple
random sampling. Analisis data menggunakan uji Koefisien Kontingensi dengan taraf
kepercayaan 95% dan taraf kesalahan 5%.
Hasil Penelitian : Penelitian dilakukan pada 142 responden, dengan hasil penelitian
responden yang mempunyai personal hygiene yang baik dan tidak mengalami skabies 53
responden (37,3%), personal hygiene baik dan mengalami skabies 65 responden (45,8%),
personal hygiene kurang baik dan tidak mengalami skabies 20 responden (14,1%)
sedangkan yang mempunyai personal hygiene kurang baik dan mengalami skabies 4
responden (2,8%). Dari hasil uji statistik dengan uji koefisien kontingensi diperoleh nilai
p = 0,001 (p<0,005) sehingga Ho ditolak yang berarti ada hubungan antara personal
hygiene dengan kejadian skabies, dan nilai koefien korelasi (r) 0,277 yang berarti
menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan lemah dan tidak bermakna secara klinis.
Kesimpulan:Semakin baik personal hygiene maka kejadian skabies juga semakin
menurun. Ada banyak factor-faktor lain yang dapat mempengaruhi terjadinya skabies.
Kata kunci :personal hygiene, kejadian skabies