Abstract :
Latar belakang: Kelahiran prematur menjadi penyebab kematian bayi (37%)
menurut WHO 2012. Kelahiran prematur di Indonesia cenderung meningkat dari
tahun ke tahun. Bayi yang dilahirkan prematur banyak mengalami masalah
kesehatan selama dalam perawatan maupun setelah lepas dari perawatan rumah
sakit. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kelahiran prematur adalah usia
ibu, paritas, penyakit yang diderita ibu, ketuban pecah dini, perdarahan
anterpartum dan kehamilan ganda. Upaya pencegahan kelahiran prematur dan
pelayanan perawatan bayi prematur yang pari purna dapat mengurangi masalah
pada bayi prematur
Tujuan Penelitian: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan
kelahiran prematur.
Metodologi Penelitian: penelitian deskriptif analitik dengan metode cross
sectional. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling sebanyak 343
responden. Penelitian dilakukan bulan Juni 2017 di RSUP Dr Sardjito
Yogyakarta. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dengan alat
pengumpulan data berupa lembar observasi. Analisa data menggunakan univariat
dan bivariat dengan chi square dan regresi logistik untuk analisa multivariat
Hasil Penelitian : Hasil uji bivariate menunjukkan paritas (p-value=0,026),
riwayat penyakit ibu (p-value=0,012), kehamilan ganda ( p-value=0.041) ketuban
pecah dini (p-value=0.039) dan tidak terdapat hubungan usia (p-value =0,252) dan
perdarahan anterpartum dengan kelahiran prematur (p-value=0.459). Analisa
multivariat variabel penyakit ibu: preeklamsi nilai p-value didapat 0,030, dan nilai
OR (odd ratio) sebesar 3,761.
Simpulan : Terdapat hubungan paritas, riwayat penyakit ibu, kehamilan ganda,
ketuban pecah dini, dan tidak terdapat hubungan usia dan perdarahan anterpartum
dengan kelahiran prematur di ruang perinatal RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
Faktor paling dominan yang berhubungan dengan kelahiran prematur adalah
penyakit ibu: preeklamsi.
Kata kunci: faktor risiko, prematur