Abstract :
Latar Belakang: Tahanan adalah sesorang yang berada dalam penahanan.
Menjalani kehidupan sebagai tahanan mengalami kehilangan kebebasan fisik,
kehilangan kontrol atas hidup, kehilangan keluarga, kehilangan barang dan jasa,
kehilangan heteroseksual, kurangnya stimulasi, dan gangguan psikologis yang
dapat menjadi stres. Stres merupakan suatu keadaan yang dihasilkan ketika
individu dan lingkungan (bertransaksi), baik nyata atau tidak nyata, antara
tuntutan situasi dan sumber-sumber yang dimiliki individu menyangkut kondisi
biologis, psikologis, atau psikososial. Salah satu cara untuk mengatasi stres
yang dialami tahanan adalah dengan meningkatkan peran keluarga. Dengan
meningkatkan dukungan keluarga, diharapkan stres yang dialami tahanan
berkurang atau mendekati normal.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stres
pada tahanan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kabupaten Wonogiri.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dengan
pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel yang digunakan menggunakan
metode total sampling dengan jumlah responden sebanyak 40. Pengumpulan
data menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan tingkat sters. Analisis
bivariat yang digunakan adalah uji kendall tau.
Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah usia 31-35
tahun sebanyak 19 (47,5%), Dukungan Keluarga mayoritas dalam kategori yang
rendah sebesar 25 (62,5%), Tingkat Stres mayoritas dalam kategori yang berat
sebesar 22 (55,0%). Analisis uji korelasi di peroleh nilai p-value sebesar 0,000.
Kesimpulan: ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stres
pada tahanan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kabupaten Wonogiri.
Kata Kunci: Tahanan, Dukungan Keluarga, Stres.