Abstract :
Intisari
Latar Belakang : Pengaruh peningkatan populasi usia lanjut ini akan sangat
tampak pada hal ekonomi dan sosial, dimana seperti kita ketahui saat ini angka
kejadian penyakit kronis, degeneratif, maupun berbagai macam kanker semakin
meningkat, juga angka kematian akibat penyakit-penyakit tersebut yang
meningkat. Kecacatan akibat penyakit degeneratif pun tidak akan terhindarkan,
sehingga menurunkan produktifitas para usia lanjut. Penurunan produktifitas dari
kelompok usia sehingga akan menyebabkan kelompok usia lanjut mengalami
penurunan dalam melaksanakan kegiatan harian seperti makan, ke kamar mandi,
berpakaian, dan lainnya dalam Activity Daily Living. Di indonesia,pravelensi
cedera pada penduduk usia lebih dari 55 tahun mencapai 22% di karenakan jatuh
dan 36,5% jatuh dirumah.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kemandirian dalam Activity
daily living (ADL) dengan risiko jatuh pada lansia di Dusun Polaman Desa
Argerojo Sedayu Bantul.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif. Dengan
rancangan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah 116 lansia yang
tinggal di Sedayu di Dusun Polaman. Jumlah sampel sebanyak 90 lansia berusia
?60 tahun. Data di kumpulkan menggunakan kuesioner Tingkat Kemandirian dan
observasi Time up and go test menggunakan uji chi-square.
Hasil : Hasil uji statistik dengan uji Chi Square menghasilkan p-value sebesar
0,020 atau (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat
kemandirian dalam Activity Daily Living (ADL) dengan kategori ketergantungan
sedang yaitu sebesar 48 lansia (53,3%) sedengankan sebagian besar lansia
memiliki risiko jatuh 75 lansia (83,3) dan 15 lansia (16,7%) tidak berisiko jatuh.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kemandirian
dalam Activity Daily Living (ADL) dengan risiko jatuh pada lansia di Dusun
Polaman Desa Argorejo Sedayu Bantul.
Kata Kunci : Lansia, Tingkat Kemandirian, ADL, Resiko jatuh.