Abstract :
Latar belakang : DBD merupakan penyakit yang jumlah penderitanya meningkat
setiap tahunnya dan penyebarannya semakin luas. WHO (2011) menyatakan 2,5
milyar penduduk sangat berisiko terinfeksi DBD. Pada tahun 2016 jumlah
penderita DBD meningkat secara signifikan sebanyak 2442 kasus (Incidence
Rate/ IR 265,52 per 100.000 penduduk) dengan jumlah pasien yang meninggal
dunia sebanyak 4 orang (Case Fatality Rate/ CFR 0,16 %) di Kabupaten Bantul.
Perlu upaya untuk menanggulanginya dengan cara memberdayakan masyarakat
melalui kader Jumantik.
Tujuan penelitian : untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku
Jumantik dengan kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Pundong.
Metodologi penelitian : deskripsi kolerasional dengan metode cross-sectional. Teknik
pengambilan sampel menggunakan total sampling sejumlah 49 responden. Analisis data
dilakukan dengan uji Chi Square dan Regresi Logistik.
Hasil Penelitian : Hasil uji statistik diketahui ada hubungan tingkat pengetahuan
responden dengan kejadian DBD dengan nilai p = 0,007 (p < 0,05), OR = 5,667 (CI
95%= 1,511-21,246), tidak ada hubungan sikap dengan kejadian DBD dengan nilai p =
0,079 (p>0,05), OR = 3,188 (CI95% = 0,850-11,951), dan ada hubungan perilaku dengan
kejadian DBD dengan nilai p = 0,036 (p < 0,05), OR = 3,692 (CI95% = 0,929 - 29,094).
Uji Regresi Logistik menunjukkan pengaruh pengetahuan paling dominan mempengaruhi
kejadian DBD (p = 0,026).
Kesimpulan : Semakin baik pengetahuan dan perilaku Jumantik, semakin sedikit angka
kejadian DBD.
Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Jumantik, kejadian DBD