Abstract :
Latar Belakang: Prevalensi penyakit gagal ginjal kronik meningkat disetiap
tahunnya. Di RSUD Panembahan Senopati Bantul, tahun 2016 terdapat 19.073
kunjungan pasien yang menjalani hemodialisa. Komplikasi fisik maupun psikis
tentunya menjadi gangguan dalam melakukan perawatan diri secara mandiri, 3
dari 5 pasien hemodialisa sudah tidak lagi bekerja dikarenakan penyakit yang
diderita, namun beberapa pasien memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi
sehingga mampu memaknai hidupnya secara positif.
Tujuan: Mengetahui hubungan spiritual intelligence dan self-care pada pasien
yang menjalani hemodialisa di RSUD Panembahan Senopati Bantul.
Metode Penelitian: Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif analitik
melalui pendekatan cross sectional, yang dilakukan di RSUD Panembahan
Senopati Bantul dengan sampel pasien yang menjalani hemodialisa rutin dua kali
dalam seminggu dan pasien yang sudah terpasang AV Shunt yaitu 85 responden.
Instrumen yang digunakan adalah kuesioner.
Hasil Penelitian:Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar dari
responden berusia 46-60 (50,6%) dan berjenis kelamin laki-laki (61,2%), mayoritas
responden beragama islam (94,1%) dan berstatus menikah (94,1%), kebanyakan
pendidikan terakhir responden SMA (40,0%), sebagian besar responden sudah
tidak bekerja (42,4%) dan mayoritas lama menjalani hemodialisa > 12 bulan.
Terdapat 77 respoden (90,6%) dengan keccerdasan spiritual yang tinggi, dan 53
responden (62,4%) berperilaku baik. Hasil analisa korelasi Kendall?s Tau
diperoleh hasil p-value < 0,05 (0,023).
Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan spiritual dan
perilaku perawatan diri. Pada pasien yang menjalani hemodialisa. Hasil penelitian
ini diharapkan dapat menjadi masukan ilmu pengetahuan dalam usaha
meningkatkan kecerdasan spiritual kaitannya dengan perilaku perawatan diri pada
pasien yang menjalani hemodialisa untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.
Kata Kunci: Spiritual Intelligence, Self-Care, Hemodialisa