Abstract :
Latar Belakang : Stroke dapat menimbulkan berbagai tingkat gangguan, seperti
penurunan tonus otot, menurunnya kemampuan untuk menggerakkan anggota
tubuh yang sakit dan ketidakmampuan dalam hal melakukan aktivitas tertentu.
Penderita stroke diharapkan dapat sembuh bila mendapatkan penanganan yang
maksimal. Memberikan latihan ROM secara dini dapat meningkatkan kekuatan
otot karena dapat menstimulasi motorik sehingga akan terjadi peningkatan
kekuatan otot dan mengurangi terjadi kecacatan yang permanen.
Tujuan : Mendiskripsikan pengaruh Range of Motion (ROM) terhadap kekuatan
otot pada pasien stroke non hemorogik di RSUD Wates Kulon Progo
Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimental dengan
rancangan penelitian menggunakan pre ? post test two group design pada pasien
stroke dengan kelemahan anggota gerak. Rancangan penelitian ini menggunakan
dua kelompok sampel yaitu kelompok intervensi adalah kelompok pada pasien
stroke non hemoragik yang mengalami hemiparese dan dilakukan ROM pasif.
Grup yang kedua adalah kelompok pada pasien stroke non hemoragik yang
mengalami hemiparese dan tidak dilakukan ROM pasif. Sampel ditentukan secara
accidental sampling. Sampel pada penelitian ini ada 24 responden yang terdiri
dari 12 orang kelompok intervensi dan 12 orang kelompok kontrol. Analisis data
menggunakan Paired T- test dan Independet T- test.
Hasil : Kekuatan otot kaki sebelum dilakukan ROM adalah 3,1667 dan setelah
dilakukan ROM pasif adalah 3,8333 dengan nilai sig 0,005 (p<0,05). Kekuatan
otot tangan sebelum dilakukan ROM adalah 3,1667 setelah dilakukan ROM
pasif adalah 3,9167 dengan nilai sig 0,002 (p<0,05).
Kesimpulan : Latihan ROM pasif sangat berpengaruh pada peningkatan kekuatan
otot pasien stroke non hemoragik.
Kata Kunci : Kekuatan Otot, ROM, Stroke