Abstract :
Latar Belakang: Di Indonesia diperkirakan jumlah balita mencapai 30% dari 250 juta
jiwa penduduk Indonesia dan menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT)
Nasional diperkirakan jumlah balita yang susah mengontrol BAB dan BAK (ngompol) di
usia sampai prasekolah. Peristiwa tersebut terjadi karena banyak hal, salah satunya
mengenai pengetahuan ibu yang kurang tentang cara melatih BAB dan BAK, kemudian
pemakaian popok sekali pakai, hadirnya saudara baru dan masih banyak lainnya.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran orangtua dengan
kemandirian toilet training pada toddler di Desa Tersan Gede Kecamatan Salam
Kabupaten Magelang.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan
crosssectional. Subyek dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usiatoddler
dengan populasi ini sebanyak 66 anak usia toddler dengan teknik sampling yang
digunakan adalah total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner.
Hasil: hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah orangtua yang memiliki peran
sebanyak 46 responden (69,7%). Kemandirian toilet training sebagian besar dalam
kategori kurang baik sebanyak 43 responden (65,2%). Sebagian besar anak berusia 2
tahun sebanyak 36 anak (54,5%). Penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara peran
orangtua dengan kemandirian toilet training pada toddler di desa tersan gede kecamatan
salam kabupaten magelang dengan nilai p value=0,005 (p<0,05).
Kesimpulan: ada hubungan antara peran orangtua dengan kemandirian toilet training di
desa tersan gede kecamatan salam kabupaten magelang
Kata kunci: Peran Orangtua, Kemandirian Toilet Training, Toddler