Abstract :
Latar Belakang : Stimulasi tumbuh kembang adalah kegiatan merangsang
kemampuan dasar anak usia 0-6 tahun agar berkembang secara optimal.
Kemampuan dasar anak dirangsang dengan stimulai terarah seperti kemampuan
gerak kasar, kemampuan gerak halus, kemampuan bicara dan bahasa, serta
kemampuan sosialisasi dan kemandirian. Tahun 2008 sampai 2013 terdapat
penurunan prevalensi balita dengan status gizi buruk. Prevalensi balita gizi buruk
di 4 Kabupaten, sudah sesuai harapan yaitu <1% sedangkan di Kota Yogyakarta
masih 1,35% sehingga meskipun sudah melampaui target secara nasional tetapi
diharapkan seluruh Kabupaten/Kota di DIY sudah berada dibawah 1%
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan kader
dalam menstimulasi tumbuh kembang balita sebelum dan sesudah diberikan
edukasi di Community Feeding Center wilayah kerja Puskesmas Sedayu II.
Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan
desain penelitian eksperimental, yaitu quasi-experimental with pretest-posttest
control group. Desain ini bertujuan untuk mengevaluasi intervensi dengan melihat
sebab-akibat dari sebuah intervensi terhadap outcome penelitian, namun tidak
menggunakan randomisasi.
Hasil Penelitiannya: Hasil analisis uji sampel Paired T-test kelompok intervensi
di atas didapatkan nilai P-value 0,000 maka adanya peningkatan pengetahuan
kader terhadap pemberian edukasi stimulasi tumbuh kembang balita dan hasil
analisis uji sampel Paired T-test untuk kelompok kontrol didapatkan nilai P-value
0,082 maka tidak terjadi peningkatan pengetahuan kader.
Kesimpulan: Pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan kader dalam
menstimulasi tumbuh kembang balita di CFC Puskesmas Sedayu II
Kata Kunci: Pemberian Edukasi, Pengetahuan, Stimulasi Tumbuh Kembang
1
Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Universitas Alma Ata
Yogyakarta
2
Dosen Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Universitas Alma Ata Yogyakarta
3
Dosen Program Studi S1 Farmasi Universitas Alma Ata Yogyakarta