Abstract :
Latar belakang : Indonesia merupakan negara yang kaya akan keragaman hayati.
Berbagai macam sayuran, buah, umbi dapat ditemukan di berbagai daerah sehingga
Indonesia memiliki potensi diversifikasi produk pangan lokal. Produksi labu kuning
cukup melimpah namun pemanfaatannya masih sangat sederhana. Labu kuning
mengandung karbohidrat dan kaya provitamin A yang merupakan antioksidan yang
bermanfaat untuk kesehatan tubuh antara lain untuk anti penuaan dan mencegah
penyakit degeneratif. Umur simpan labu kuning rata-rata cukup singkat hanya 6
bulan maka perlu dilakukan pengeringan untuk meningkatkan umur simpan .
Tujuan : Mengetahui perbedaan sifat fisik dan kimia tepung daging labu kuning
dan biji labu kuning dengan variasi suhu pengeringan.
Metode penelitian : Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan
menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) dengan perbedaan suhu
pengeringan 60
o
o
C dan 80
C. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode
Analysis of Variance ( ANOVA). Bila ada perbedaan antar sampel maka
dilanjutkan dengan uji lanjut Duncans Multiple Range Test ( DMRT ) pada taraf
? 0,05. Pengeringan dilakukan dengan alat kabinet drying.
Hasil : Berdasarkan hasil analisis warna didapat hasil nilai hue pada tepung buah
labu kuning dan biji labu kuning pada suhu 60?C dan 80?C masuk dalam kategori
warna red, untuk lightness pada tepung buah dan biji labu kuning pada suhu 60?C
dan 80?C menunjukkan warna putih yaitu antara (61,21 ? 62,85).Untuk hasil uji
menggunakan One Way ANOVA yaitu kadar air pada tepung buah dan biji labu
kuning (p <0,05)menunjukkan hasil berbeda nyata, kadar abu pada tepung buah
dan biji labu kuning menunjukkan hasil berbeda nyata, kadar lemak menunjukkan
hasil sangat berbeda nyata, kadar protein menunjukkan hasil sangat berbeda nyata,
kadar karbohidrat menunjukkan hasil berbeda nyata, kadar betakaroten
menunjukkan hasil berbeda nyata.
Kata kunci : buah labu kuning, biji labu kuning, variasi suhu, penepungan, sifat
fisik, sifat kimia.