Abstract :
Latar Belakang: Ketatnya persaingan yang terjadi di antara perusahaan sejenis,
mendorong masing-masing pelaku UMKM atau perusahaan melakukan
kebijakaan strategi pemasaran. Salah satu kebijakan strategi pemasaran yang
digunakan oleh pelaku UMKM atau perusahaan untuk menghadapi pesaingnya
adalah melalui bauran promosi (promotion mix). Saat ini banyak pengusahapengusaha
yang tidak memperhatikan etika dalam berbisnis. Mereka hanya
memikirkan keuntungan maksimum tanpa memperhatikan apakah bisnis mereka
telah sesuai dengan etika berbisnis dalam islam atau tidak.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana praktik
promotion mix yang dilakukan oleh usaha kopi biji salak Bukenza di Desa
Jengglik, Srumbung, Magelang serta untuk Menjelaskan bagaimana praktik
bauran promosi (promotion mix) pada usaha kopi biji salak Bukenza di Desa
Jengglik, Srumbung, Magelang dalam Prespektif Etika Bisnis Islam.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research)
yang bersifat kualitatif. Subyek penelitian dalam penelitian ini sebanyak 2 orang
pemilik usaha dan beberapa karyawan sebagai informan pelengkap untuk
keperluan informasi. Obyek dalam penelitian ini yaitu bauran promosi (promotion
mix) pada kopi biji salak bukenza dalam tinjauan etika bisnis islam. Metode yang
digunakan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan menggunakan
analisis reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil Penelitian: Hasil analisis dari penelitian ini menemukan bahwasannya
bauran promosi (promotion mix) yang digunakan dalam praktik usaha kopi biji
salak bukenza telah sesuai dengan bisnis islam. Dari hasil wawancara, observasi
dan dokumentasi pada skripsi ini alat promosi yang terdiri dari
periklanan,promosi penjualan,pubisitas dan penjualan pribadi sangatlah di
perhatikan sehingga sangat berdampak pada hasil pemasaran dan promosi produk
kopi biji salak bukenza dikalangan masyarakat. Promosi disini dilakukan agar
konsumen terarik dengan cara menambah inovasi produk yang lebih kekinian,
original rasanya serta penggunaan media sosial ditambah postingan testimoni dari
seorang konsumen setlah membeli dan menikmati produknya. Serta dengan
penjualan secaralangsung,promosi melalui media sosial dan ada juga mengikuti
1
Sulhatun Nafisah Mahasiswa Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam
2
Abdul Salam Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Almaata