Abstract :
Latar Belakang : Penjualan merupakan salah satu aktivitas bisnis yang dilakukan oleh suatu
perusahaan untuk dapat memperoleh laba atau keuntungan yang menjadi tujuan utama dari
sebagian besar perushaan. Salah satu fenomena yang sedang muncul adalah banyak konsumen
yang menggunakan media sosial dan memanfaatkan sebuat media online dengan para
penggunanya dapat dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi, jejaringan
sosial seperti twitter, facebook, instagram, whatsapp, line dan lain sebagainya.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh electronic word of mouth terhadap tingkat penjualan Ayam
Ingkung di Guwosari.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan jenis penelitian asosiatif kausal dengan pendekatan
kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah owner, karyawan dan konsumen dengan sampel
sebanyak 42 responden. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Teknik
analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS 16.0 For
Windows.
Hasil : Dari hasil analisis responden jenis kelamin perempuan lebih banyak dengan persentase
69% sedangkan laki-laki 31% persentase. Analisis regresi linier sederhana nilai konstanta dan
koefisien regresi sehingga dapat dibentuk persamaan regresi linier sederhana : Y = 8.789 + 0.241X,
jadi persamaan tersebut memiliki konstanta (?) = 8.789, jika variabel electronic word of mouth =
0, maka penjualan tetap sebesar 8.789, dan koefisien (?) = 0.241, jika variabel electronic word of
mouth (X) berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat penjualan (Y) maka penjualan akan
meningkat sebesar 8. 789. Berdasarkan hasil hipotetsi uji t (parsial) pada tabel 7. Dapat diperoleh
nilai thitung sebesar 2.097 dengan Sig 0.042. hal ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel 2.097 > 0.042
sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima. Artinya bahwa electronic word of mouth
berpengaruh terhadap tingkat penjualan pada Ingkung Ayam di Desa Guwosari, Bantul.
Kesimpulan : Ha diterima yang berarti bahwa electronic word of mouth berpengaruh terhadap
tingkat penjualan pada Ayam Ingkung di Desa Guwosari, Bantul.
Kata Kunci : Electronic Word Of Mouth, Penjualan, UMKM, Ayam Ingkung