Abstract :
Berdasarkan dari fenomena kemiskinan di DIY mengalami kenaikan yang
sangat signifikan disisi lain saldo yang dikumpulkan oleh BAZNAS DIY
mengalami over load sehingga penulis tertarik melakukan penelitian bagaimana
manajemen pendistribusian zakat di BAZNAS DIY.
Metode penelitian ini menggunakan deskriptif (kualitatif). Subjek penelitian
ini adalah Badan Amil Zakat Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta serta dengan
objek Manajeman Pendistribusian Zakat pada BAZNAS DIY. Metode yang
digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dengan menggunakan reduksi
data dan penyajian data, analisis Manajemen dan penarikan kesimpulan.
Hasil analisis menunjukan bahwa manajemen pendistribusian BAZNAS
Daerah Istimewa Yogyakarta sudah menerapkan fungsi manajemen yaitu (1)
perencanaan pendistribusian dengan merencanakan Rencana Kegiatan Anggaran
Tahunan (RKAT) dan melakukan rencana pendistribusian. Serta memastikan
pendistribusian pada mustahik sesuai dengan delapan asnaf diantaranya fakir,
miskin, amil, muallaf, budak belia, gharimin, fi sabilillah, ibnu sabil, riqaz. Zakat
juga disalurkan untuk distribusi bersifat konsumtif dan produktif (2)
pengorganisasian pada BAZNAS selain organisasi internal BAZNAS juga
membentuk kelompok yaitu Layanan Aktif Baznas (LAB) dan BAZNAS Tanggap
Bencana (BTB) (3) pelaksanaan pendistribusian yaitu memberikan bentuk
penyaluran pada setiap program yang dilaksanakan BAZNAS (4) pengawasan yang
dilakukan BAZNAS yaitu mengevaluasi setiap laporan dan memonitoring.
Kata Kunci: Manajemen, Pendistribusian, Zakat.