Abstract :
Tujuan dari pada penulisan ini adalah untuk meneliti dan mengambil peta
konsep dari pemikiran Nurcholish Madjid tentang pembaruan sistem pendidikan
pesantren. Dalam pandangan Madjid, pesantren sebagai lembaga yang dapat
dikatakan sebagai wujud proses wajar perkembangan pendidikan nasional dan
tertua, bahkan asli Indonesia (Indigeneous), memiliki potensi besar memainkan
peranan menyukseskan pendidikan nasional dan pembangunan di Indonesia.
Kendati demikian, nampaknya Madjid masih menemukan adanya gap atau
kesenjangan pesantren dalam panggung dunia global yang terlihat dari berbagai
kekurangan yang dapat menghambat laju perkembangan dan kesesuaiannya dalam
kontestasi kehidupan saat ini, serta kepekaannya dalam merespon modernitas.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep
pembaruan Madjid dan bagaimana relevansinya terhadap realitas pesantren saat ini.
Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari buku karya Madjid dan sumber
sekunder yang mendukung proses penelitian. Jenis penelitian ini adalah Library
Research (penelitian kepustakaan) dengan teknik pengumpulan data menggunakan
dokumentasi arsip, teori dan konsep yang memiliki hubungan dengan objek
penelitian. Sedangkan teknik analisisnya menggunakan analisis deskriptif, dengan
mengumpulkan data yang berkaitan dengan tema pembahasan kepustakaan untuk
selanjutnya dianalisis menggunakan Content Analisys (analisis isi) untuk
mengetahui latar belakang persoalan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk menghasilkan produk
lulusan atau santri yang benar-benar siap terjun dan menjadi subjek dalam
pengawalan masyarakat menuju ke arah bangsa yang berkepribadian atau sering
disebut masyarakat madani, maka menurut Madjid, harus diadakan sebuah
konvergensi atau penyatuan antara ilmu umum dan ilmu agama dengan konsep
keislaman, keindonesiaan, dan kemodernan. Serta kelamahan-kelemahan di dalam
pesantren hendaknya mendapatkan pembaruan yang secara rinci meliputi
perumusan visi-misi pendidikan pesantren, pengembangan kepemimpinan,
pengembangan kurikulum (termasuk pelembagaan pesantren), dan penyesuaian
unsur nilai di pesantren.
Kata kunci: Pesantren, Pembaruan (modernisasi), Nurcholish Madjid