Abstract :
Latar Belakang : Lanjut usia merupakan penduduk atau masyarakat yang berusia
diatas 60 tahun (UU No. 13 Tahun 1998). Risiko jatuh merupakan suatu
kemungkinan yang dapat meningkatkan potensi terjadinya jatuh dan dapat
menyebabkan cedera fisik. Risiko jatuh dapat terjadi pada lanjut usia, yang
umumnya dipengaruhi oleh fungsi tubuh yang menurun, faktor lingkungan dan
faktor fisiologis. Distribusi penduduk lanjut usia diurutan pertama dengan
penduduk lanjut usia tertinggi yaitu terdapat di Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta sebanyak 13,6%. Di Indonesia, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar
(Riskesdas) tahun 2009 didapatkan proporsi cedera akibat jatuh pada lansia sekitar
70,2 %.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
Indeks Massa Tubuh ( IMT) dengan risiko jatuh pada lanjut usia di Pedukuhan III
Sepaten, Kranggan, Galur, Kulon Progo, DIY?.
Metode Penelitian : Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif deskriptif
artinya relasi antar variabel yang diteliti hanya berlangsung sekali. Penelitian
menggunakan rancangan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan total
sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian diambil dari keseluruhan
jumlah populasi yang dikurangi kriteria eksklusi yaitu sebanyak 66 lansia.
Instrumen penelitian yang digunakan menggunakan kuesioner Morse Fall Scale
serta Timbangan dan Microtoise.
Kata Kunci : Indeks Massa Tubuh, Risiko Jatuh, Lansia.