Abstract :
Latar Belakang : Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit gangguan sistem endokrin dan
metabolik, di mana pankreas belum cukup memenuhi kebutuhan insulin. Meningkatnya
angka kejadian DM disebabkan oleh beberapa faktor yaitu usia, makanan, obesitas,
aktivitas fisik, gaya hidup dan kepatuhan minum obat. Kepatuhan minum obat merupakan
kemampuan klien untuk mematuhi semua saran atau rekomendasi yang diberikan oleh
dokter dan pelayanan kesehatan untuk minum obat. Tingkat kepatuhan minum obat pada
penyakit kronis hanya sebesar 50%hal ini dipengaruhi oleh faktor demografi, jenis kelamin,
usia, pendidikan, status ekonomi dan jumlah obat.
Tujuan: untuk mengetahui hubungan penggunaan obat anti diabetes oral tunggal dan
kombinasi dengan tingkat kepatuhan minum obat pasien DM Tipe II di puskesmas
Srandakan Kab.Bantul Yogyakarta
Metode penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan
Cross sectional,cara pengambilan sampel menggunakan teknik Non probability sampling
yaitu purposive sampling subjek yang memenuhi kriteria inklusi dengan jumlah sampel 84
orang menderita penyakit DM tipe 2. Variabel independen diukur menggunakan lembar
observasi dan variabel dependen diukur menggunakan kuesioner MARS-5
Hasil : Sebagian besar responden menggunakan obat tunggal 51,2% dan memiliki
tingkat kepatuhan 64,3% tinggi. Hasil uji statistik Koefisien kontingensi untuk
menilai hubungan obat anti diabetes oral tunggal dan kombinasi dengan tingkat
kepatuhan. Didapatkan hasil p = 0,244 > 0,05.
Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan penggunaan obat anti diabetes oral tunggal dengan
tingkat kepatuhan minum obat pada pasien DM tipe II.
Kata Kunci : Obat Anti Diabetes Oral, DM Tipe II, Kepatuhan